SISWA SMA TAK LULUS UN

Published November 22, 2011 by ririnciptaningrum

 466 Siswa SMA Sederajat tak Lulus UN

11:49, 15/05/2011

Jumlah Tertinggi di Kota Medan

MEDAN-Seluruh siswa tingkat SMA sederajat yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Sumut sudah bisa mengetahui kelulusannya di masing-masing sekolah, Senin (16/5) besok. Kepala Disdik Sumut diwakili Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik didampingi Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus, Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit dan Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar, telah membagikan berkas data kelulusan UN siswa tingkat SMA sederajat kepada seluruh Kepala Disdik kabupaten/kota, Sabtu (14/5) di Kantor Disdik Sumut, Jalan Cik Ditiro Medan.

Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus menjelaskan, tingkat kelulusan siswa pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 99,28 persen. “Pada tahun ini tingkat kelulusan siswa meningkat hingga 99,67 persen. Dan persentase kelulusan ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan persentase kelulusan siswa secara nasional yang mencapai 99,51 persen, dan ini merupakan satu prestasi,” katanya.

Ilyas memaparkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut yang tak lulus hanya 0,21 persen atau sebanyak 242 orang. Sedangkan dari 67.202 peserta UN tingkat SMK di Sumut yang tak lulus hanya 0,33 persen atau sebanyak 224 orang. Jadi, jumlah siswa yang tak lulus di Sumut untuk SMA sederajat 466 orang.
Lebih lanjut Ilyas menjabarkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut untuk Jurusan Bahasa jumlah peserta 116 orang dan lulus 100 persen. Jurusan IPA jumlah peserta 62.331 orang dengan 74 orang tak lulus. Jurusan IPS jumlah peserta 54.309 orang dengan 168 orang tak lulus. Dan Jurusan Keagamaan jumlah peserta 162 orang dan lulus 100 persen.

Dari data yang diperoleh wartawan, jumlah siswa tak lulus terbanyak berada di Kota Medan dengan jumlah 43 orang, di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah 41 orang dan di urutan ketiga kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 33 orang.

Tapi, jika dilihat dari persentase ketidak lulusan, yang paling tinggi berada di Kabupaten Samosir dengan 2,79 persen (23 orang), di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan 1,90 persen (41 orang) dan di urutan ketiga Kota Pematangsiantar dengan 0,74 persen (29 orang).

Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit mengatakan, saat dia berada diJakartauntuk mendapatkan data kelulusan siswa tingkat SMA sederajat Sumut, ia sempat khawatir. Pasalnya, ia sempat membaca running teks resmi dari Kemendiknas di TV One yang menyebutkan terdapat 5 sekolah yang siswanya 100 persen tak lulus. Dan setelah mendapatkan data tersebut, ternyata tak satu pun sekolah di Sumut yang siswanya tak lulus 100 persen. “Saya sempat was-was, tapi ternyata Sumut bukan satu daerah yang terdapat di dalamnya sekolah yang siswanya tak lulus 100 persen, Sumut aman,” kata Doli, panggilan akrabnya.

Disdik Sumut telah mencetak data tersebut untuk masing-masing sekolah di masing-masing kabupaten/kota di Sumut. “Hingga saat ini, data yang sudah selesai dicetak mencapai enam kabupaten/kota, dan diutamakan kabupaten/kota terjauh. Hal ini untuk mengantisipasi agar pengumuman kelulusan dapat dilakukan sesuai jadwal. Pencetakan dilakukan di percetakan Disdik Sumut yang berada di Jalan Bilal Medan,” papar Doli.
Selama dua hari diJakarta, Doli juga mendapatkan informasi ada nilai kritis atau nilai nol untuk satu mata pelajaran yang didapat beberapa siswa. Doli mengimbau kepada Kepala Disdik kabupaten/kota menginformasikan hal tesebut kepada kepala-kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah diimbau untuk memeriksa dengan seksama hasil UN para siswanya.

“Harus dipastikan apakah siswa memang benar absen pada ujian mata pelajaran tersebut hingga mendapatkan nilai nol. Pihak sekolah ditenggat waktu selama sebulan untuk melaporkan hal tersebut, dan komplain diajukan ke Unimed dengan membuatsuratsecara resmi,” jelasnya.

Saat ditanya, jika ada siswa di satu sekolah yang memiliki permasalahan seperti hal tersebut, apakah pengumuman kelulusan siswa ditunda? Doli menjawab, “Ya, harus ditunda hingga semua masalah telah selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik mengatakan, dalam pelaksanaan UN 2011 ini, ia mengaku salut kepada jajaran di Disdik kabupaten/kota yang mampu melaksanakan UN dengan sukses. Penghargaan tersebut diberikan karena jajaran Disdik kabupaten/kota bisa sukses menjalankan UN menggunakan dana sendiri terlebih dahulu. “Karena pada pelaksanaan UN 2011 ini dana operasionalnya sedikit tersendat dari pusat. Saya kagum karena jiwa patriotik atau daya juang para pelaku pendidikan di Sumut ini masih tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan UN merupakan pesta besar dalam dunia pendidikan. “Diibaratkan pesta, tentunya, selalu ada saja piring yang pecah atau sendok yang hilang. Namun, itu yang menjadi tugas utama bagi seluruh pelaku pendidikan untuk memaksimalkan kinerja di lininya masing-masing,” kata Bahauddin.

Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar menuturkan, persentase kelulusan siswa tingkat MA pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2010 lalu persentase kelulusan mencapai 99 persen. “Tahun ini persentase kelulusan siswa meningkat. Namun, saya belum melakukan kalkulasi, peningkatannya mencapai nol koma beberapa persen,” jelasnya.

Yulizar menjabarkan, untuk Jurusan IPA dari jumlah peserta 8.370 siswa, hanya 10 orang yang tak lulus. Jurusan IPS dari 10.095 siswa hanya 30 orang yang tak lulus. Jurusan Bahasa dari 85 siswa kesemuanya lulus. Begitu pula Jurusan Keagamaan dari 162 siswa kesemuanya lulus. (saz)

Sumber sumut pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: